Sabtu, 20 April 2013

Makalah Evaluasi Pendidikan


 BAB  I
PENDAHULUAN


1.1  LATAR BELAKANG MASALAH

Evaluasi sangat penting sekali dalam berbagai aspek kehidupan manusia sehari-hari, dimanapun, kapanpun, siapapun. Tanpa disadari, sebenarnya evaluasi sering dilakukan, baik untuk diri sendiri, orang lain maupun kegiatan social lainnya. Hal ini dapat dilihat dari hal yang sederhana saja, misalnya bercermin merupakan evaluasi pada penampilan fisik, apakah sudah rapi atau belum, apakah sudah sopan atau belum penampilan nya.

Tidak kalah pentingnya dengan kehidupan sehari hari dalam dunia pendidikan pun evaluasi diperlukan dalam meningkatkan kualitas SDM peserta didik dan juga di mas yang akan dating kinerja seorang pendidik akan menjadi lebih baik dengan adanya sebuah evaluasi tersebut.
Dalam pelaksanaannya seringkali guru memberikan tes kepada siswa hanya untuk mengukur kemampuan siswa dan hanya menghitung jawaban yang benar atau salahnya saja yang nantinya akan menjadi tolak ukur nilai kemampuan siswa tersebut. Padahal, seharusnya tes tidak hanya untuk mengukur kemampuan siswa tetapi juga harus menjadi bahan evaluasi bagi guru tentang pemahaman siswa akan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Dengan adanya makalah tentang Evaluasi Pendidikan ini, saya berharap dapat dijadikan sebagai bahan referensi  untuk bahan ajar agar dapat mambantu salah satu bagian dari kompetensi Evaluasi Pembelajaran, sehingga dapat mengevaluasi dengan sebaik-baiknya dan menjadi bahan introspeksi diri agar  menjadi pendidik yang berkualitas.


1.2  POKOK MASALAH
Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang dikembangkan pada makalah yang kami bahas ini, kami mengidentifikasi pokok-pokok masalah yang akan dibahas yaitu :
  1. Tujuan Evaluasi Pendidikan.
  2. Fungsi Evaluasi Pendidikan.
  3. Prinsip-prinsip Evaluasi Pendidikan.

1.3 TUJUAN
Berdasarkan rumusam masalah diatas maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah mendorong mahasiswa agar mampu :

  1. Untuk mengetahui definisi tentang Evaluasi Pendidikan.
  2. Untuk mengetahui tentang tujuan Evaluasi Pendidikan
  3. Agar dapat menambah wawasan tentang Fungsi Evaluasi Pendidikan.
  4. Untuk  mengetahui tentang Prinsip-prinsip Evaluasi Pendidikan.






        









BAB  II
    PEMBAHASAN


2.1      PENGERTIAN EVALUASI                  
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, evaluasi berarti penilaian (KBBI, 1996:272). Suharsimi Arikunto (2004: 1) menyebutkan bahwa evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan. Dalam bidang pendidikan, evaluasi sebagaimana dikatakan Gronlund (1990: 5) merupakan proses yang sistematis tentang mengumpulkan, menganalisis dan menafsirkan informasi untuk menentukan sejauhmana tujuan pembelajaran telah dicapai oleh siswa.
Dari pendapat di atas, ada beberapa hal yang menjadi ciri khas dari evaluasi yaitu: (1) sebagai kegiatan yang sistematis, pelaksanaan evaluasi haruslah dilakukan secara berkesinambungan. Sebuah program pembelajaran seharusnya dievaluasi disetiap akhir program tersebut, (2) dalam pelaksanaan evaluasi dibutuhkan data dan informasi yang akurat untuk menunjang keputusan yang akan diambil. Asumsi-asumsi ataupun prasangka. bukan merupakan landasan untuk mengambil keputusan dalam evaluasi, dan (3) kegiatan evaluasi dalam pendidikan tidak pernah terlepas dari tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Karena itulah pendekatan goal oriented merupakan pendekatan yang paling sesuai untuk evaluasi pembelajaran.
2.2      TUJUAN EVALUASI  PENDIDIKAN
  1. Tujuan umum evaluasi pendidikan adalah untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang akan dijadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dialami oleh para peserta didik setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu, mengetahui tingkat efektivitas dari metode-metode pembelajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran selama jangka waktu tertentu.
  2. Tujuan khusus evaluasi pendidikan adalah untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan, untuk mencari dan menemukan faktor penyebab keberhasilan dan ketidakberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya (Sudijono, 2006:17).
2.3      FUNGSI  EVALUASI  PENDIDIKAN
Bagi pendidik, secara didaktik evaluasi pendidikan memiliki lima fungsi, yaitu:
1)      memberikan landasan untuk menilai hasil usaha (prestasi) yang telah dicapai oleh peserta didiknya,
2)      memberikan informasi yang sangat berguna untuk mengetahui posisi peserta didik dalam kelompoknya,
3)      memberikan bahan yang penting untuk memilih dan kemudian menetapkan status peserta didik,
4)      memberikan pedoman untuk mencari dan menemukan jalan keluar bagi  peserta didik yang memang memerlukannya,
5)      memberikan petunjuk tentang sejauh manakah program pengajaran yang telah ditentukan telah dapat dicapai (Sudijono, 2006:12).
Bagi siswa, evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki, dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi. Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assessment) atau evaluasi diri. Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadapa diri mereka sendiri, maupun terhadap teman mereka. Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal.
2.4      PRINSIP-PRINSIP  EVALUASI  PENDIDIKAN
  1. Komprehensif.
Bahwa evaluasi program supervisipendidikan harus mencakupbidang sasaran yang luas atau menyeluruh, baik aspek personalnya ,materialnya, maupun aspek operasionalnya.

  1. Komparatif.
Prinsip ini menyatakan bahwa dalam mengadakan evaluasi program supervisi pendidikan harus dilaksanakan secara bekerjasama dengan semua orang yang terlibat dalam aktivitas supervisi pendidikan. Sebagai contoh dalam mengevaluasikeberhasilan guru dalam mengajar, harus bekerjasama antara pengawas, kepala sekolah, guru itu sendiri, dan bahkan, dengan pihak murid. Dengan melibatkan semua pihak dalam evaluasi program supervisi pendidikan ini diharapkan kita dapat mencapai keobyektifan dalam mengevaluasi.

  1. Kontinyu.
Evaluasi program supervisi pendidikan hendaknya dilakukan secara terus-menerus selama proses pelaksanaan program. Evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap hasil yang telah dicapai, tetapi sejak pembuatan rencana sampai dengan tahap laporan. Hal ini penting dimaksudkan untuk selalu dapat memonitor setiap saat atas keberhasilan yang telah dicapai dalam periode waktu tertentu. Aktivitas yang berhasil diusahakan untuk ditingkatkan, sedangkan aktivitas yang gagal dicari jalan lain untuk mencapai keberhasilan.



  1. Obyektif.
Dalam mengadakan evaluasi program supervisi pendidikan harus menilai sesuai dengan kenyataan yang ada. Katakanlah yang hijau itu hijau dan yang merah itu merah. Jangan sampai mengatakan yang hijau itu. kuning, dan yang kuning itu hijau.. Untuk mencapai keobyektifan dalam evaluasi perlu adanya data dan atau fakta. Dari data dan fakta inilah dapat mengolah untuk kemudian diambil suatu kesimpulan. Makin lengkap data dan fakta yang dapat dikumpulkan maka makin obyektiflah evaluasi yang dilakukan.

  1. Berdasarkan Kriteria yang Valid
Selain perlu adanya data dan fakta, juga perIu adanya kriteria-kriteria tertentu. Kriteria yang digunakan dalam evaluasi harus konsisten dengan tujuan yang telah dirumuskan. Kriteria ini digunakan agar memiliki standar yang jelas apabila menilai suatu aktivitas supervisi pendidikan. Kekonsistenan kriteria evaluasi dengan tujuan berarti kriteria yang dibuat harus mempertimbangkan hakekat substansi supervisi pendidikan.Kriteria dalam evaluasi program supervisi pendidikan ada dua,yaitu pertama, kriteria objetive yang berkenaan dengan patokan tujuan yang ingin dicapai.

  1. Fungsional.
Hasil evaluasi program supervisi pendidikan tidak hanya dimaksudkan untuk membuat laporan kepada atasan yang kemudian di “peti es” kan. Hasil evaluasi program supervisi pendidikan  berarti fungsional apabila dapat digunakan untuk  memperbaiki situasi yang ada pada saat itu. Dengan demikian evaluasi program supervisi pendidikan benar-benar memiliki nilai guna baik secara langsungmaupun tidak langsung.
.
  1. Diagnostik.
Evaluasi program supervisi pendidikan hendaknya mampu mengidentifikasi kekurangan-kekurangan atau kelemahan-kelemahan apa yang dievaluasi sehingga dapat memperbaikinya. Oleh sebab itusetiap hasil evaluasi program supervisi pendidikan harus didokumentasikan. Bahan-bahan dokumentasi hasil evaluasi inilah yang dapat dijadikan dasar penemuan kelemahan-kelemahan ataukekurangan-kekurangan yang kemudian harus diusahakan jalan pemecahannya.


BAB  III
PENUTUP


3.1 KESIMPULAN
Evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki, dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi. Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assessment) atau evaluasi diri. Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadapa diri mereka sendiri, maupun terhadap teman mereka. Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal.
Ada beberapa hal yang menjadi ciri khas dari evaluasi yaitu:
1)       sebagai kegiatan yang sistematis, pelaksanaan evaluasi haruslah dilakukan secara berkesinambungan. Sebuah program pembelajaran seharusnya dievaluasi disetiap akhir program tersebut,
2)       dalam pelaksanaan evaluasi dibutuhkan data dan informasi yang akurat untuk menunjang keputusan yang akan diambil. Asumsi-asumsi ataupun prasangka. bukan merupakan landasan untuk mengambil keputusan dalam evaluasi, dan
3)       kegiatan evaluasi dalam pendidikan tidak pernah terlepas dari tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya





DAFTAR PUSTAKA

  1. Balai Pustaka. 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka.
  2. Dimyati dan Mujiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:Rineka Cipta.
  1. Arikunto, suharsimi. 2009. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
  2. http://www.evaluasipendidikan.blogspot.com
  3. http://www.scribd.com/doc/72385527/10/D-Prinsip-prinsip-Evaluasi-Program-Supervisi-Pendidikan
  4. http://www.tuanguru.net/2012/01/komponen-evaluasi-pembelajaran.html

Alat Peraga Murah : Replika Jantung


Alat Peraga Murah : Replika Jantung

Alat Peraga Murah Replika Jantung
Alat Peraga Murah Replika Jantung
Latar belakang pembuatan Alat :- Belum ada APM jantung yang digunakan untuk mempelajari dan menjelaskan proses peredaran darah ke seluruh tubuh.
- Perlu adanya alat peraga sirkulasi darah agar siswa mudah memahami bagaimana proses peredaran darah bisa terjadi.
Tujuan Pembuatan Alat :- Untuk menguji kebenaran teori yang telah dipelajari dari buku IPA, yang sampai saat ini belum mempunyai alat yang menggambarkan proses peredaran darah dilihat secara transparan.
Teknik Pembuatan Alat :
Bahan dan Alat :
6 buah botol plastik bekas minyak wangi.
3,5 selang kecil
2 buah gotri kecil
2 buar per kecil
Air dan pewarna merah darah.
Cara Pembuatan AlatJantung membutuhkan 4 buah botol ( 2 buah botol untuk serambi kiri dan kanan, dan 2 buah botol untuk bilik kiri dan kanan )
Katup Jantung butuh selang, 2 buah gotri, dan 2 buah per yang bisa bergerak membuka dan menutup.
Pembuluh Darah menggunakan selang kecil
Paru-paru dan tubuh masing masing menggunakan 1 buah botol.
Bahan-bahan tersebut kami rangkai menjadi alat peraga sirkulasi darah.
Cara Kerja Alat :- Ketika Bilik kiri Jantung buatan ditekan air akan mengalir dari bilik kiri menuju keseluruh tubuh melalui pembuluh nadi, kemudian menuju keserambi kanan melalui pembuluh balik. Air tidak bisa masuk ke serambi kiri karena katub jantung kiri menutup dan katup kanan akan terbuka ketika bilik kiri ditekan.
- Begitu juga ketika bilik kanan ditekan air akan mengalir dari bilik kanan menuju ke paru-paru melalui pembuluh nadi paru-paru kemudian menuju ke serambi kiri melalui pembuluh balik paru-paru. Air tidak masuk ke ke serambi kanan karena katub jantung kanan akan menutup dan katupkana akan terbuka ketika bilik kanan ditekan.
- Begitu seterusnya cara kerja alat “ Gambaran fungsi jantung terhadap sirkulasi darah dilihat cecara transparan “ karena semua bahan dibuat dari bahan yang transparan.
Fungsi dan Kegunaan Alat.
- Alat IPA ini berfungsi sebagai replikasi sederhana jantung
- Gambaran sirkulasi darah dilihat secara transparan.
- Digunakan sebagai alat peraga bagi guru ketika menyampaikan materi tentang peredaran darah.
Kesimpulan.
- Peningkatan prestasi siswa ditentukan oleh usaha dan kemauan yang tinggi dari siswa itu sendiri, disamping bimbingan orang tua maupun guru.
- Untuk menunjang keberhasilan tersebut kami mencoba berkarya untuk membuat alat belajar IPA tentang proses peredaran darah.
- Mudah mudahan alat IPA ini bermanfaat bagi teman-teman pecinta IPA khusunya, dan dunia pendidikan pada umumnya.
Penulis mempresentasikan Replika Jantung pada lomba APM Yang diselenggarakan oleh DBE2 Semarang.
Alat IPA ini dibuat oleh : Subyanto (LRC PSBG Dwarawati Gugus Abu Umar Blora). Silakan teman-teman untuk mencoba membuatnya.

Cara Membuat Alat Peraga Sederhana Untuk Mendeteksi Zat Nikotin


Dewasa ini nikotin merupakan salah satu zat yang paling bahaya untuk tubuh jika di gunakan tidak pada semestinya, biasanya zat ini di tanamkan pada Rokok, dan Obat-obatan terlarang lainya seperti yang terdapat pada narkoba. Sadar akan bahanya, tak pelak membuat sebagian orang membuat Alat Peraga sederhana untuk mendeteksi kandungan Nikotin pada makanan dan minuman yang sering beredar luas di pasaran.
Brosis pun dapat membuat alat peraga pendeteksi nikotin ini sendiri dengan mudah dengan hanya memanfaatkan beberapa tools seperti berikut ini :
  1. Bahan yang dibutuhkan : Toples plasteik kecil, 2 buah selang plastik seukuran rokok, kapas, lem plastik dan paku besar untuk melubangi plastik serta alat lain yang relevan.
  2. Cara membuat : Tutup plastik dilubangi sebesar selang, lalu pasang lubang pada lobang tersebut, jangan lupa di-lem supaya rapat. Masukkan kapas pada plastik.
  3. Cara penggunaan : Pasang rokok pada salah satu ujung selang, kemudian gunakan ujung selang yang lain untuk menghisapnya. Amati kapas yang ada pada toples plastik dan catat apa yang terjadi. Tampak kapas berwarna kekuning-kuningan, warna kuning itulah yang merupakan Nikotin.

Alat Peraga Murah : Tata Surya


Alat Peraga Murah : Tata Surya

Alat peraga ini digunakan untuk mengetahui jarak matahari dengan planet-planet lain yang mengitarinya. Bola kecil digambarkan sebagai planet-planet dan bola besar menunjukkan matahari. Letak bola semakin ke bawah akan menunjukkan bahwa planet itu letaknya semakin jauh dengan matahari.
Bahan yang digunakan :
apm-tata-surya
Tampilan Alat Peraga Tata Surya
1.Bola pingpong 9 buah
2. Kawat
3. Paralon kecil
4. Papan
Alat
-Gergaji
-Paku
-Lem
-Tang
Cara Pembuatan :
1. Paralon dipotong lalu dilubangi dengan paku
2. kawat dilengkungkan lalu dimasukkan dalam lubang paralon
3. Bola pingpong 9 buah dilubangi kemudian ditusukkan pada kawat
4. Bola tenes ditempelkan pada ujung kawat sebagai matahari
5. Papan sebagai alas / tatakan untuk paralon agar dapat berdiri
Manfaat Alat Peraga :
1. Memudahkan untuk disampaikan pada anak
2. Anak mudah menerima pelajaran
3. Anak cepat mengingat apa yang dilihat
Cara Penggunaan :
Letakkan alat peraga pada posisi tegak sehingga akan terlihat susunan tata surya yang terdiri dari matahari dan planet-planet lain ,dimana matahari sebagai pusat tata surya.

Alat Peraga Murah: Pemantik Api


Alat Peraga Murah: Pemantik Api

Dari energi cahaya matahari, kita dapat menghasilkan api. Cara yang paling mudah menghasilkan api dari cahaya matahari adalah dengan mengumpulkan berkas-berkas cahaya matahari tersebut ke satu titik menggunakan lensa.Kita dapat membuat alat peraga murah untuk menunjukkan prinsip pembuatan api dari cahaya matahari dan menggunakannnya dalam pembelajaran.
Para guru di PSBG Dirgantara yang berada di Kecamatan Bener Kapupaten Purworejo telah menciptakan alat peraga semacam ini. Mereka menyebutnya: Pemantik Api. Berikut gambaran umum dan cara pembuatan alat peraga tersebut.
Catatan: Tulisan mengenai alat peraga murah Pemantik Api ini dikutip dari WIYATA 

Lowongan Kerja IT, Call Center Officer, Resepsionis di Danareksa Jakarta April 2013


Sebagai pelopor Pasar Modal di Indonesia, serta tradisi penerima penghargaan lokal dan internasional atas prestasinya, Danareksa didukung oleh tenaga-tenaga kerja support yang kompeten. Oleh karena itu kami mengajak tenaga-tenaga muda dan unggul yang siap berkarir di industri Pasar Modal sebagai :
IT Data Center Operation
(Kode : ITDCO)
Jakarta Raya
Requirements:
Berusia maksimal 30 tahun
Pendidikan minimal D3, diutamakan jurusan Ilmu Komputer / Teknik Informatika
Menguasai database Microsoft SQL dan SQL Language
Menguasai Linux
Mempunyai pengalaman kerja sebagai data center operation selama 2 tahun
Jika Anda memiliki kualifikasi di atas, silakan mengirimkan lamaran dan curriculum vitae berikut pas foto berwarna terbaru, ke alamat email recruitment@danareksa.com, dengan subject email “ITDCO” sebelum tanggal 20 April 2013.
Call Center Officer
(Kode : DONE)
Jakarta Raya
Requirements:
Minimal lulusan Diploma-3 (D3) dari segala jurusan dengan IPK 2.8 dari 4.0
Usia 22 - 30 tahun
Berpengalaman minimal 1 tahun sebagai Telemarketing/ Marketing Executive di industri keuangan, khususnya perusahaan Sekuritas atau perbankan
Kemampuan berbicara yang jelas (clarity of voice) dan bersahabat serta fasih berbahasa Inggris merupakan nilai tambah
Bersedia bekerja dengan target
Berorientasi melayani pelanggan
Jika Anda memiliki kualifikasi di atas, silakan mengirimkan lamaran dan curriculum vitae berikut pas foto berwarna terbaru, ke alamat email recruitment@danareksa.com, dengan subject email “DONE”sebelum tanggal  20 April 2013.
Operator (Resepsionis)
(Kode : OPR)
Jakarta Raya
Requirements:
Minimal D3 segala jurusan
Wanita, Usia Maksimal  25 tahun
Berpenampilan menarik
Dapat berkomunikasi dengan baik, mempunyai kemampuan berbicara yang jelas (clarity of voice) dan bersahabat .
Mampu berbahasa Inggris lisan pasif
Berorientasi pada pelayanan pelanggan
Jika Anda memiliki kualifikasi di atas, silakan mengirimkan lamaran dan curriculum vitae berikut pas foto berwarna terbaru, ke alamat email recruitment@danareksa.com, dengan subject email “OPR”sebelum tanggal  20 April 2013.
IT Business Support
(Kode : ITBS)
Jakarta Raya
Requirements:
Berusia maksimal 45 tahun
Pendidikan minimal S1, diutamakan jurusan Ilmu Komputer / Teknik Informatika
Menguasai database programming dan SQL Language
Menguasai database Microsoft SQL dan Oracle (lebih disukai menguasai keduanya)
Menguasai IT Architecture, IT Business Analyst, Project Management dan Programming
Mempunyai pengalaman kerja sebagai IT Business Support selama 5 tahun
Jika Anda memiliki kualifikasi di atas, silakan mengirimkan lamaran dan curriculum vitae berikut pas foto berwarna terbaru, ke alamat email recruitment@danareksa.com, dengan subject email “ITBS” sebelum tanggal 20 April 2013.
Anda dapat juga mengirimkan lamaran per pos ke alamat berikut dengan menuliskan kode lowongan seperti di atas pada area kanan atas amplop.
Human Resources Division
PT. Danareksa (Persero)
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 14
Jakarta 10110

Info Lowongan Kerja di Perusahaan BUMN Tahun 2013 di Surabaya PT Boma Bisma Indra


Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang Manajemen Proyek & Jasa serta Manufaktur Peralatan Industri (seperti : Pressure Vessel, Heat Exchanger, Condenser, Piping, Structure) membutuhkan segera formasi tenaga untuk 9 bidang/posisi, sebagai berikut :
No.Bidang / PosisiJumlah KebutuhanJenjang PendidikanKode lamaran
1.SDM2 orangD3/S1 Teknik/Non TeknikSDM
2.KEUANGAN1 orangD3/S1 Ekonomi KeuanganKEU
3.AKUNTANSI1 orangD3/S1 Ekonomi AkuntansiAK
4.SPI (Satuan Pengawasan Internal)2 orangD3/S1 Ekonomi AkuntansiSPI
5.PENGADAAN4 orangD3/S1 diutamakan T. MesinLOG
6.PENJUALAN/ESTIMATOR2 orangD3/S1 diutamakan T. MesinPENJ
7.P2 PRODUKSI2 orangD3/S1 diutamakan T. MesinP2
8.ENGINEERING3 orangD3/S1 (T. Mesin 2; T. Sipil 1)ENG
9.PRODUKSI/PABRIKASI9 orangD3/S1 diutamakan T. MesinPROD
Persyaratan :
Diutamakan Laki-laki, Sehat Jasmani dan Rohani;
Usia maximum 27 tahun dan Belum menikah;
Minimal IPK  2.75;
Mampu berbahasa Inggris lisan & tulisan;
Mampu mengoperasikan computer sesuai kebutuhan bidang/posisi;
Mampu berkomunikasi, bekerja keras & kelompok, teliti, jujur;
Surat lamaran dapat dikirim via E-mail :  ms.hanafy@ptbbi.co.id atau Via kurir ke PT Boma Bisma Indra (Persero), Jl. KH.M.Mansyur 229- Surabaya, Attn. Bp.MS.HANAFY – Kepala Departemen Pengembangan SDM dengan jadual penerimaan berkas lamaran sebagai berikut :
Periode Ke-I paling lambat tanggal  30 April 2013;
Periode Ke-II paling lambat tanggal 15 Mei 2013;
Periode Ke-III paling lambat tanggal 31 Mei 2013;
Periode ke-IV paling lambat tanggal 15 Juni 2013;
(Apabila kebutuhan kandidat sudah terpenuhi akan ditutup sewaktu-waktu)